Selasa, 04 September 2012

ORANG YANG TERAKHIR MASUK SURGA DAN TERAKHIR KELUAR DARI NERAKA


Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya : ,, Rasulullah s.a.w, bersabda:

“ Orang yang terakhir masuk surga adalah seorang lelaki. Ia kadang-kadang berjalan dan kadang-kadang merangkak, bahkan kadang-kadang masih dijilat-jilat juga oleh api. Setelah ia dapat melalui tempat api itu, ia pun menoleh kebelakang dan berkata : ,, Maha suci Allah yang telah menyelamatkan diriku dari padamu. Sungguh-sungguh saya telah dikaruniai oleh Allah Ta'ala suatu pemberian yang belum pernah diberikan olehNya kepada seseorangpun baik dari golongan orang-orang dahulu (awalin) ataupun orang-orang belakangan (akhirin).

Kemudian ditampakkanlah padanya sebatang pohon, lalu ia berkata : ,, Ya Tuhanku, sudilah kiranya Engkau mendekatkan aku kepada pohon ini, supaya aku dapat bernaung dibawahnya dan dapat pula minum airnya”. Allah berfirman : ,,Hai anak Adam (manusia), barangkali kalau sudah Kuberikan padamu permintaanmu itu, apakah kiranya engkau tidak meminta lagi yang lain ? “. Orang itu menjawab : ,, Ya Tuhanku, aku tidak akan meminta yang lainnya lagi”. Orang itu disuruh berjanji tidak akan meminta yang lain lagi dan setelah itu Tuhan lalu menerima permohonannya, sebab dilihatnya orang tersebut agaknya tidak sabar lagi untuk mendapatkan keinginannya itu. Oleh Allah ia didekatkan pada pohon itu dan Ia pun bernaunglah dibawahnya serta minum pula airnya.
Selanjutnya ditampakkanlah sebatang pohon yang lain padanya dan yang ini lebih bagus dari yang pertama tadi. Orang itu berkata : ,, Ya Tuhanku, sudilah kiranya Engkau mendekatkan aku kepada pohon ini, supaya aku dapat bernaung dibawahnya dan minum airnya. Aku tidak akan meminta yang lainnya padaMu”. Allah berfirman: ,,Hai anak Adam, bukankah sebelum ini engkau sudah berjanji tidak akan meminta yang lainnya padaKu lagi ? Barangkali kalau sudah kuberikan permintaanmu yang ini, lalu engkau akan meminta lagi yang lainnya pula?”. Orang itu berjanji sekali lagi untuk tidak meminta yang lainnya. Tuhan lalu menerima permohonannya, sebab dilihatnya orang tersebut agaknya tidak sabar lagi untuk mendapatkan keinginan-nya itu. Oleh Allah ia didekatkan pada pohon itu dan ia pun bernaung dibawahnya serta minum airnya.

Setelah itu ditampakkan pulalah dimuka orang tadi sebatang pohon yang terletak didekat pintu gerbang surga yang keadaannya lebih bagus dari kedua pohon yang sebelumnya itu. Orang itu berkata pula : ,,Ya Tuhanku, sudilah kiranya Engkau mendekatkan aku dari pohon ini, supaya aku bernaung dibawahnya dan minum airnya. Aku tidak akan meminta padaMu yang lain lagi”. Allah berfirman : ,,Hai anak Adam, bukankah sebelum ini engkau sudah berjanji padaKu tidak akan meminta yang lain”. Orang tadi menjawab : ,,Benar, ya Tuhanku sekarang saya tidak meminta lagi yang lain”. Oleh Allah diterimalah permohonannya, sebab dilihatnya ia agaknya sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan keinginannya. Orang itu didekatkan pada pohon tersebut.

Demi ia sudah didekatkan pada pohon yang terletak didekat pintu surga itu, lalu terdengarlah olehnya suara riuh rendah dari para ahli surga. Kemudian ia pun berkata lagi : ,,Ya Tuhanku, masukkanlah saya ke dalam surga”. Allah berfirman : ,,Hai anak Adam, apakah kiranya yang dapat memuaskan hatimu yang akan Ku karuniakan sehingga engkau tidak meminta-minta lagi? Apakah kiranya engkau puas, sekiranya engkau Kuberi kenikmatan sebesar kadar dunia dan sebuah lagi yang seperti itu ?”. Orang itu berkata : ,,Ya Tuhanku, apakah tuhan ini memper-olok-olokkan diriku, padahal Engkau adalah Tuhan Seru sekalian alam?”.

Ibnu Mas'ud (yang menceritakan hadits ini) lalu ketawa. Setelah itu ia berkata : ,,Mengapa kamu semua (kawan-kawannya yang mendengarkan) tidak menanyakan kepadaku, apa sebab aku ketawa ?”. Orang-orang yang mendengarkan itu lalu bertanya : ,,Mengapa engkau ketawa”. Ia menjawab : ,,Begitulah Rasulullah s.a.w. Juga ketawa sewktu menceritakan ini, lalu beliau s.a.w. ditanya apakah sebabnya ketawa”. beliau s.a.w. Mejawab : ,, Saya ketawa karena ketawanya Tuhan Seru sekalian alam ini ketika orang yang meminta dimasukkan surga itu berkata : ,,Apakah Tuhan ini memperolok-olokkan diriku, padahal Engkau adalah Tuhan Seru sekalian alam”.

Seterusnya Allah lalu berfirman : ,,Aku tidak memperolok-olokkan engkau, tetapi memang Aku ini Maha kuasa atas segala yang Ku kehendaki”. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar